11 Januari 2026

HSBC Indonesia Economy & Investment outlook 2026

HSBC Global Research memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 5,2 persen, sedikit di bawah asumsi makro APBN 2026 sebesar 5,4 persen, mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi nasional.

Pranjul Bhandari, Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, serta ASEAN Economist HSBC Global, menyoroti potensi moderasi pada beberapa sektor, khususnya ekspor. Kinerja ekspor yang kuat pada 2025 dinilai dipengaruhi oleh percepatan pengiriman seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan tarif global, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan tren yang berkelanjutan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan terhadap kinerja ekspor pada 2026 dan menjadi faktor yang perlu dicermati ke depan.

Meski demikian, HSBC memandang kebijakan pemerintah akan tetap bersifat akomodatif untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026. Dengan prospek perbaikan PDB nominal, pemerintah dinilai memiliki ruang fiskal yang memadai untuk meningkatkan belanja tanpa melampaui batas defisit anggaran. Dari sisi moneter, Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan, dengan tetap mempertimbangkan stabilitas nilai tukar dan pergerakan dolar Amerika Serikat. Dalam konteks ini, konsumsi rumah tangga tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional, yang penguatannya bergantung pada peningkatan upah dan penciptaan lapangan kerja.

Pranjul Bhandari, Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, and ASEAN Economist at HSBC Global