HSBC Outlook: Inflasi Indonesia Tetap Terkendali di Tengah Tantangan Global
Ia menekankan bahwa keberlanjutan kondisi ini sangat bergantung pada stabilitas harga energi global. Jika harga minyak bertahan di kisaran USD80 per barel dan mulai menurun dalam waktu dekat, maka tekanan inflasi diproyeksikan tetap terkendali. Namun demikian, tantangan global, khususnya krisis energi, tetap perlu diantisipasi karena dapat memicu tekanan melalui berbagai saluran ekonomi.
Lebih lanjut, Pranjul Bhandari, Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research menjelaskan bahwa isu energi tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga ketersediaan pasokan yang berdampak langsung pada berbagai indikator ekonomi, mulai dari pertumbuhan, inflasi, hingga neraca fiskal. Dukungan kebijakan pemerintah, seperti subsidi energi dan komitmen menjaga target inflasi dari Bank Indonesia, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ini. Selain itu, optimalisasi sistem perpajakan melalui Coretax dan ketersediaan dana cadangan fiskal seperti SAL turut memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga batas defisit fiskal.
Dari sisi pasar, Herald van der Linde, Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research menambahkan bahwa ketidakpastian global tidak serta-merta melemahkan prospek saham, karena pasar lebih mencerminkan kinerja perusahaan. HSBC tetap optimistis terhadap ekuitas global dan pasar berkembang, dengan keyakinan Indonesia akan tetap kuat meski menghadapi tekanan jangka pendek.